BerandaBisnisRupiah Menguat ke Rp17.897/USD, Cadangan Devisa Jadi Penopang Utama

Rupiah Menguat ke Rp17.897/USD, Cadangan Devisa Jadi Penopang Utama

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada akhir perdagangan Jumat (7/8/2026), rising 26 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp17.897 per dolar. Pergerakan ini terjadi di tengah pertarungan antara sentimen positif dalam negeri dan risiko ketegangan geopolitik yang kian memanas.

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menjelaskan ketangguhan ekonomi nasional menjadi penopang utama. Cadangan devisa per akhir Juli tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS, sedikit turun dari 145,6 miliar pada bulan sebelumnya namun tetap jauh di atas standar aman internasional. Angka itu setara kemampuan membiayai 5,5 bulan impor, atau 5,3 bulan ditambah pembayaran utang luar negeri. Posisi ini terjaga berkat penerimaan pajak, jasa, dan penerbitan obligasi global, sekaligus digunakan untuk membayar kewajiban serta menstabilkan nilai tukar. Bank Indonesia menilai jumlah ini sangat memadai menjaga ketahanan ekonomi, dan optimis aliran modal asing akan terus masuk seiring prospek ekonomi yang positif.

Namun penguatan rupiah dibayangi risiko eksternal. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran menyerang sasaran musuh dan berencana melintas batasi kapal AS dan Israel, meski negosiasi dengan Oman sedang berjalan. Selain itu, pasar memprediksi peluang 60 persen kenaikan suku bunga The Fed pada September jika inflasi AS tetap tinggi.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan berfluktuasi. Rentang perdagangan minggu depan diprediksi berada di kisaran Rp17.780 hingga Rp18.020 per dolar AS.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : iNews.id )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan