BerandaPendidikanPembaruan Buku Ajar Nasional Dikebut Demi Pendidikan Lebih Berkualitas

Pembaruan Buku Ajar Nasional Dikebut Demi Pendidikan Lebih Berkualitas

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Pemerintah sedang menyusun langkah konkret untuk menyempurnakan buku ajar nasional. Upaya ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat fondasi pendidikan sekaligus membangkitkan budaya gemar membaca sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan inisiatif ini bermula saat Presiden meninjau langsung buku pelajaran yang digunakan siswa di sejumlah sekolah. Ditemukan sejumlah catatan penting: bahan mudah rusak, tulisan terlalu kecil sehingga menyulitkan penglihatan anak, serta isi yang perlu diperbarui. “Beliau memeriksa satu per satu, kemudian meminta perbandingan dengan buku ajar negara tetangga sebagai acuan perbaikan,” ujar Teddy.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan perbaikan menyasar tiga hal utama: penguatan karakter kebangsaan, peningkatan kualitas sains dan teknologi, serta kemampuan bahasa asing untuk bersaing secara global. Selain materi, aspek fisik buku pun diperhatikan: ukuran huruf yang nyaman dibaca, tampilan menarik, dan bahan yang lebih awet agar bisa dipakai lebih lama bahkan diwariskan ke adik kelas.

Perhatian Presiden ini juga didasari kebiasaan keluarganya yang sejak kecil mewajibkan membaca dan membuat ringkasan bacaan. Pemerintah kini berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk kembali menggencarkan gerakan gemar membaca secara menyeluruh di lingkungan pendidikan.
[ Uswatun ]

( Dok. Foyo : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan