JAKARTA _ mamatnews.com – Pemerintah sedang menyusun langkah konkret untuk menyempurnakan buku ajar nasional. Upaya ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat fondasi pendidikan sekaligus membangkitkan budaya gemar membaca sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan inisiatif ini bermula saat Presiden meninjau langsung buku pelajaran yang digunakan siswa di sejumlah sekolah. Ditemukan sejumlah catatan penting: bahan mudah rusak, tulisan terlalu kecil sehingga menyulitkan penglihatan anak, serta isi yang perlu diperbarui. “Beliau memeriksa satu per satu, kemudian meminta perbandingan dengan buku ajar negara tetangga sebagai acuan perbaikan,” ujar Teddy.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan perbaikan menyasar tiga hal utama: penguatan karakter kebangsaan, peningkatan kualitas sains dan teknologi, serta kemampuan bahasa asing untuk bersaing secara global. Selain materi, aspek fisik buku pun diperhatikan: ukuran huruf yang nyaman dibaca, tampilan menarik, dan bahan yang lebih awet agar bisa dipakai lebih lama bahkan diwariskan ke adik kelas.
Perhatian Presiden ini juga didasari kebiasaan keluarganya yang sejak kecil mewajibkan membaca dan membuat ringkasan bacaan. Pemerintah kini berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk kembali menggencarkan gerakan gemar membaca secara menyeluruh di lingkungan pendidikan.
[ Uswatun ]
( Dok. Foyo : Liputan6.com )




