BerandaBerita UtamaHadapi El Nino, BMKG Terapkan Strategi Peringatan Dini Menjadi Tindakan Nyata

Hadapi El Nino, BMKG Terapkan Strategi Peringatan Dini Menjadi Tindakan Nyata

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyempurnakan langkah penanganan dampak El Nino tahun 2026 dengan menerapkan pendekatan strategis Dari Peringatan Dini Menuju Tindakan Cepat atau From Early Warning to Early Action. Langkah ini bertujuan agar setiap data dan informasi iklim yang disampaikan tidak sekadar berhenti sebagai peringatan, melainkan langsung diubah menjadi langkah mitigasi yang bisa dilaksanakan segera oleh seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen ini ditegaskan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Dialog Nasional bertema Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

“El Nino adalah tantangan yang dampaknya menyentuh seluruh bidang pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi fenomena ini memerlukan kesiapan bersama antar sektor, yang ditopang oleh data iklim yang akurat, tepat waktu, dan terpercaya,” ujar Faisal.

Pendekatan yang diambil memastikan informasi cuaca dan iklim menjadi dasar pengambilan keputusan jauh sebelum risiko berkembang menjadi bencana yang sesungguhnya. “Data tidak boleh hanya berhenti di peringatan. Harus segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata, sehingga pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bertindak antisipatif sebelum dampak terasa,” jelasnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, BMKG terus memperkokoh berbagai layanan dukungan, mulai dari pemantauan fenomena ENSO, peramalan musim, prakiraan curah hujan, analisis dampak pada berbagai sektor, sistem peringatan dini kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, informasi iklim yang disesuaikan kebutuhan tiap sektor, hingga dukungan teknis untuk Operasi Modifikasi Cuaca. Faisal menambahkan, kini layanan informasi iklim disusun lebih rinci dan spesifik agar lebih mudah dimanfaatkan oleh masing-masing sektor terkait.
[ Annisaa ]

Sumber foto : kompas.tv

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan