JAKARTA _ mamatnews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyempurnakan langkah penanganan dampak El Nino tahun 2026 dengan menerapkan pendekatan strategis Dari Peringatan Dini Menuju Tindakan Cepat atau From Early Warning to Early Action. Langkah ini bertujuan agar setiap data dan informasi iklim yang disampaikan tidak sekadar berhenti sebagai peringatan, melainkan langsung diubah menjadi langkah mitigasi yang bisa dilaksanakan segera oleh seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen ini ditegaskan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Dialog Nasional bertema Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
“El Nino adalah tantangan yang dampaknya menyentuh seluruh bidang pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi fenomena ini memerlukan kesiapan bersama antar sektor, yang ditopang oleh data iklim yang akurat, tepat waktu, dan terpercaya,” ujar Faisal.
Pendekatan yang diambil memastikan informasi cuaca dan iklim menjadi dasar pengambilan keputusan jauh sebelum risiko berkembang menjadi bencana yang sesungguhnya. “Data tidak boleh hanya berhenti di peringatan. Harus segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata, sehingga pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bertindak antisipatif sebelum dampak terasa,” jelasnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, BMKG terus memperkokoh berbagai layanan dukungan, mulai dari pemantauan fenomena ENSO, peramalan musim, prakiraan curah hujan, analisis dampak pada berbagai sektor, sistem peringatan dini kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, informasi iklim yang disesuaikan kebutuhan tiap sektor, hingga dukungan teknis untuk Operasi Modifikasi Cuaca. Faisal menambahkan, kini layanan informasi iklim disusun lebih rinci dan spesifik agar lebih mudah dimanfaatkan oleh masing-masing sektor terkait.
[ Annisaa ]
Sumber foto : kompas.tv




