BerandaWilayahWarga Plamongansari Semarang Tolak Dapur SPPG: Khawatir Kebakaran, Bising, dan Izin Belum...

Warga Plamongansari Semarang Tolak Dapur SPPG: Khawatir Kebakaran, Bising, dan Izin Belum Lengkap

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

SEMARANG __ mamatnews.com — Warga lingkungan RT 05 RW 05, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, secara resmi menolak pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan mereka. Kekhawatiran muncul atas risiko keselamatan, gangguan ketenangan, serta persoalan kelengkapan perizinan yang belum dipenuhi.

Sutikno, warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan lokasi proyek, menyampaikan kecemasan masyarakat. “Yang ditakutkan adalah bahaya kebakaran dari instalasi gas serta kebisingan yang mengganggu,” ujarnya. Proses pengerjaan yang berlangsung hingga menjelang Maghrib pun sudah terasa mengganggu ketenangan warga. Ia juga mempertanyakan pengelolaan limbah yang belum dijelaskan.

Ketua RT 05 RW 05, Eddy Setiawan, menambahkan operasional dapur direncanakan berjalan pukul 00.00–05.00 WIB dengan melibatkan puluhan tenaga kerja. Lalu-lalang pekerja di jam istirahat dikhawatirkan mengganggu kedamaian lingkungan. Lebih mendasar, pembangunan dinilai belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Keterangan Rencana Kota (KRK). Bahkan data pendaftaran tercatat di alamat rumah pribadi Eddy, bukan di lokasi pembangunan yang sebenarnya.

Sebanyak 17 warga telah menandatangani surat penolakan resmi. Beberapa warga yang sempat menyetujui pun menarik kembali dukungannya. Warga memohon agar dapur dipindahkan ke lokasi yang sesuai peruntukan, berizin lengkap, dan tidak berdekatan dengan pemukiman padat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun pemilik proyek belum memberikan tanggapan apa pun terkait keresahan warga.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan