BerandaWilayahJPO Viral "Love-Hate" di Rasuna Said Akan Dibongkar

JPO Viral “Love-Hate” di Rasuna Said Akan Dibongkar

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk membongkar Jembatan Penyeberangan Orang lama di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. JPO yang sempat viral dengan julukan “Love-Hate Relationship” itu akan disingkirkan karena fungsinya kini telah tergantikan oleh jembatan baru yang dibangun untuk integrasi moda transportasi.

Keputusan ini diambil setelah Pramono meninjau langsung lokasi dan berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, Wali Kota Jakarta Selatan, serta jajaran dinas terkait, Minggu (9/8/2026). “Saya sudah putuskan JPO yang lama akan kita bongkar,” ujarnya.

Dua jembatan yang berdiri berdekatan itu sebenarnya memiliki fungsi identik sebagai akses penyeberangan dan penghubung ke transportasi umum. JPO lama dibangun Pemprov DKI sejak era 80-an atau awal 90-an, sedangkan yang baru merupakan fasilitas integrasi LRT Jabodebek dan KAI. Pramono menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi pembangunan di masa lalu. “Dulu seringkali ego masing-masing tidak dikomunikasikan, sehingga terbangun dua fasilitas yang sama persis fungsinya,” ungkapnya.

Kini Halte Transjakarta telah dipindah dan terhubung langsung dengan JPO baru milik LRT. Akibatnya, JPO lama sudah tidak lagi berfungsi sebagai akses utama. Pemerintah memutuskan mempertahankan JPO yang lebih modern sekaligus memperbaikinya agar konektivitas antarmoda semakin optimal.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan