BerandaBisnisMengapa Harga Tanah dan Properti Terus Naik? Ini Faktor Penyebabnya

Mengapa Harga Tanah dan Properti Terus Naik? Ini Faktor Penyebabnya

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Harga tanah dan properti di Indonesia cenderung terus meningkat, terutama di kawasan yang berkembang pesat. Kenaikan ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, hingga pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Properti Perumahan mencatat pergerakan harga di 58 kabupaten/kota pada 2025. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan IV 2025 tumbuh 0,83 persen secara tahunan, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya. Penjualan properti di pasar primer justru naik 7,83 persen, didominasi rumah tipe kecil dan menengah.

Kenaikan harga tanah dipicu beberapa hal utama:

– Ketersediaan lahan terbatas — di kawasan berkembang, lahan kosong semakin sedikit sementara kebutuhan hunian dan usaha terus bertambah, sehingga nilai tanah di lokasi strategis melonjak.
– Pertumbuhan penduduk — permintaan tempat tinggal meningkat sementara pasokan lahan tetap, mendorong harga naik terutama di pusat ekonomi dan pemerintahan.
– Pembangunan infrastruktur — jalan, tol, transportasi umum, bandara, dan fasilitas publik meningkatkan daya tarik suatu wilayah, sehingga minat beli tanah di sekitarnya ikut naik.
– Lokasi yang strategis — kedekatan dengan pusat kota, pendidikan, kesehatan, dan akses transportasi membuat nilai tanah jauh lebih tinggi dibanding daerah terpencil.
– Biaya konstruksi — harga properti juga dipengaruhi biaya material, tenaga kerja, perizinan, sehingga saat biaya pembangunan naik, harga jual pun ikut disesuaikan.
– Nilai investasi — tanah dipandang sebagai aset jangka panjang yang nilainya cenderung naik, sehingga banyak dibeli bukan untuk dipakai saat ini, melainkan ditahan untuk keuntungan di masa depan.

Meski demikian, kenaikan harga tidak berlaku merata. Pergerakan harga sangat bergantung pada lokasi, kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, serta keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan lahan. Angka pertumbuhan harga properti yang rendah menegaskan bahwa kenaikan tidak selalu tinggi, dan setiap daerah memiliki dinamika pasarnya masing-masing.
[ Akhmad ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan