BerandaWilayahKaban Kesbangpol DKI: Bela Negara Tanggung Jawab Seluruh Elemen Bangsa, Bukan Hanya...

Kaban Kesbangpol DKI: Bela Negara Tanggung Jawab Seluruh Elemen Bangsa, Bukan Hanya Pemerintah

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, secara resmi membuka kegiatan *lPembinaan Kesadaran Bela Negara Angkatan II Tahun 2026, Senin (28/9/2026) pukul 08.30 WIB di Luminor Hotel Kota, Jl. Raya Mangga Besar No.73, Taman Sari, Jakarta Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Idewasbang) Bakesbangpol DKI Jakarta ini dihadiri Kabid Idewasbang, para narasumber, moderator, dan 100 peserta dari 10 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bela Negara dan Kepemudaan.

Dalam sambutannya, Abdul Khalit mengawali dengan pantun kebangsaan:

_“Kentang sepikul dibagi tiga, Dari pelabuhan ke Teluk Naga, Walaupun Ormas kita berbeda, Tetapi persatuan tetap kita jaga,”_ ujarnya.

Abdul Khalit menjelaskan, makna bela negara saat ini harus dipahami secara luas dan tidak identik dengan perang fisik.

“Ketika kita berbicara tentang bela negara, mungkin sebagian dari kita ada yang membayangkan perjuangan di medan perang dengan mengangkat senjata. Namun, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, makna bela negara jauh lebih luas,” kata Abdul Khalit.

Ia menegaskan, _”Bela negara adalah kesadaran, sikap, dan tindakan setiap warga negara untuk menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara.”_

Menurutnya, bela negara tidak bisa dilakukan pemerintah semata.

“Bela Negara tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, namun harus dilakukan secara kolektif, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Di sinilah, lanjut Kaban, peran Ormas menjadi sangat vital sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah.

“Ormas, baik yang berbasis keagamaan, kepemudaan, sosial, budaya, maupun profesi adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ormas merupakan motor penggerak dan agen perubahan yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila, mempromosikan toleransi dan memperkuat solidaritas sosial,” jelasnya.

Abdul Khalit juga menambahkan, sebagai mitra pemerintah daerah, Ormas memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam program pembangunan, penguatan ketahanan masyarakat, dan penanggulangan berbagai permasalahan sosial.

Adapun 10 Ormas peserta yang disebutkan dalam sambutan adalah: Forum Kader Bela Negara, Forum Komunikasi Bela Negara, Garda Bela Negara Nasional, Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Resimen Mahasiswa Jakarta Raya, FKPPI, Persatuan Putra-Putri Angkatan Darat, Senkom Mitra Polri, Pemuda Pemudi Bela Negara, dan Forum Mahasiswa Kedinasan Daerah.

Mengakhiri sambutannya, Abdul Khalit mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga Jakarta.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen kita, menjalin kerja sama yang erat, memajukan daerah dan bersama-sama menjaga kota Jakarta dan negara Indonesia dari ancaman dan tantangan yang menggerogoti sendi-sendi peradaban,” ajaknya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Abdul Khalit menyatakan kegiatan resmi dibuka. Ia kemudian menutup sambutannya dengan pantun kedua:

_”Jalan-jalan ke Asia Tenggara, Mengenal banyak aneka bahasa, Satu nusa, satu bangsa, Mari bersatu membela Negara,”_ tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber nasional.

[ Uswatun ]

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan