BerandaInternasionalDi Tengah Kerusuhan, Macron Tetap Lanjutkan Kunjungan ke Negara Teluk Bahas Pasokan...

Di Tengah Kerusuhan, Macron Tetap Lanjutkan Kunjungan ke Negara Teluk Bahas Pasokan Energi

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

MOSKOW __ mamatnews.com — Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan akan tetap menjalankan rencana kunjungan kenegaraannya ke sejumlah negara Teluk Persia, meski gelombang kerusuhan melanda berbagai kota di negaranya. Kunjungan dijadwalkan berlangsung dari Senin hingga Rabu (19–21 Oktober 2026) ke Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Dalam pernyataannya dari Istana Élysée pada Minggu (18/10), Macron menjelaskan agenda perjalanan ini berkaitan langsung dengan alasan utama gelombang protes: kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar. “Para pengunjuk rasa telah menyampaikan kekhawatiran mereka. Saya telah mengambil langkah internasional untuk menjamin pasokan bahan bakar dan gas guna menstabilkan pasar energi. Besok pagi, saya lanjutkan upaya tersebut ke negara-negara Teluk,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/10), sekitar 550.000 orang turun ke jalan di seluruh Prancis memprotes melonjaknya biaya hidup. Aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan di beberapa titik, dengan perusakan bangunan, pembakaran kendaraan, dan penjarahan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez melaporkan lebih dari 2.000 orang ditahan, sementara 600 lebih personel kepolisian dan petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka akibat bentrokan. Polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk mengendalikan situasi.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan