BerandaBerita UtamaGempa M 6,1 Guncang Kodi Sumba Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Kodi Sumba Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TAMBOLAKA __ mamatnews.com — Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Getaran terasa kuat hingga membuat warga berlarian keluar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 05.55.52 WIB atau 04.55.52 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 10 kilometer. Setelah melalui pemutakhiran data, BMKG merilis parameter terkini: kekuatan disesuaikan menjadi magnitudo 5,9 dengan kedalaman 30 kilometer, episenter pada 9,84° LS dan 118,90° BT atau sekitar 29 kilometer barat daya Kodi .

BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, karena tergolong gempa dangkal, getaran dapat dirasakan cukup luas dan kuat — mencapai skala intensitas V MMI di Sumba Barat, IV–V di Manggarai Barat, IV di Sumba Timur, serta III–IV di Manggarai . Warga melaporkan guncangan berlangsung beberapa detik, menggetarkan bangunan dan benda-benda di dalam rumah.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menyebut hingga pukul 06.50 WIB tercatat 26 gempa susulan. “Ini gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya, meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan meskipun cenderung melemah .

Pemerintah daerah dan tim SAR telah bersiaga memantau kerusakan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan secara signifikan. Masyarakat diimbau tetap tenang, memastikan keamanan bangunan tempat tinggal, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan