JAKARTA _ mamatnews.com – Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah bantuan stimulus untuk meredam dampak fenomena El Nino yang memicu kekeringan, sekaligus menjadi bantalan bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK. Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai memimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).
“Ada tambahan dana untuk mengatasi El Nino, meski saat ini saya belum ingat pasti jumlahnya. Bantuan ini bukan semata-mata untuk PHK, namun secara umum ditujukan menangani dampak El Nino,” ujar Purbaya.
Meskipun rincian alokasi anggaran belum dipaparkan secara terperinci, Purbaya memastikan dana tersebut sudah tersedia dan telah direncanakan. Bantuan ini nantinya diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan, serta pekerja yang kehilangan mata pencaharian. “Sebagian dialokasikan ke sana, namun perhitungannya belum kami selesaikan secara rinci. Yang pasti sudah ada kucuran kasarnya,” tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Purbaya optimis capaian pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini mampu mencapai kisaran 5,6 hingga 6 persen.
Selain bantuan sosial tersebut, pemerintah juga menyiapkan beragam insentif lain untuk menggerakkan sektor riil. Antara lain dorongan adopsi kendaraan listrik berupa insentif untuk mobil dan motor listrik, serta perbaikan akses pembiayaan bagi industri yang berorientasi ekspor dan padat karya seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki.
“Kami akan menggelar rapat khusus dalam waktu dekat guna memastikan akses pendanaan yang lebih mudah dan murah bagi sektor tersebut. Hal ini bisa difasilitasi melalui Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia atau LPEI,” jelasnya. Purbaya menambahkan bahwa LPEI sejauh ini memiliki ketersediaan dana yang cukup besar namun pemanfaatannya belum maksimal.
[ Annisaa ]
Sumber foto : iNews.id




