JAKARTA __ mamatnews.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas sekaligus mengingatkan para pakar dan cendekiawan agar menjunjung tinggi kejujuran intelektual, saat berpidato dalam puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center, Jumat (18/9/2026).
Prabowo mengawali dengan menyinggung basis keagamaan PAN, lalu mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 191 bahwa “fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Ia menegaskan terdapat sejumlah pakar yang dinilainya kerap melontarkan fitnah kepada pemerintah. Meski demikian, Presiden menyatakan memilih untuk tidak memperpanjang masalah, tetap mencatat, dan siap memaafkan jika pihak yang bersangkutan menyadari kesalahannya.
“Saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran dan kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur — itulah kejujuran intelektual,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan visi perjuangan bangsa: mewujudkan Indonesia yang terhormat dan rakyat yang sejahtera, bebas dari kelaparan, kekhawatiran saat anak sakit, serta bebas dari masalah gizi buruk dan stunting. Ia mengaku telah bersumpah sejak usia 18 tahun untuk mengabdi dan rela berkorban demi negara.
Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, lanjutnya, sehingga diperlukan keberanian, ketabahan, ketegaran, dan kesetiaan dalam menjaga serta memajukan bangsa. Fitnah yang beredar dinilai bertolak belakang dengan cita-cita luhur tersebut.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )




