BerandaBerita UtamaRupiah Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS, Dipicu Kenaikan Harga Minyak dan...

Rupiah Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS, Dipicu Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Geopolitik

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka dalam posisi melemah pada awal perdagangan Selasa (4/8/2026). Mata uang nasional turun sebanyak 32 poin atau setara 0,18 persen, mencapai posisi Rp18.029 per dolar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp17.997.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah utamanya datang dari kenaikan kembali harga minyak dunia yang didorong memanasnya kembali situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati berlanjutnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang turut memengaruhi sentimen.

“Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang pelemahan Rp17.980 hingga Rp18.140 per dolar AS. Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak yang dipicu eskalasi konflik Timur Tengah yang kini mulai berdampak pula pada fasilitas produksi kilang minyak,” ujar Rully.

Setelah sempat tertekan lebih dari 5 persen di awal pekan, harga minyak mentah jenis Brent kembali menguat dan kini berada di atas angka 84 dolar AS per barel, naik dari posisi sekitar 83 dolar AS per barel pada penutupan sebelumnya. Kenaikan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa ketegangan dapat mengganggu rantai pasokan energi dunia.

Dilansir Associated Press, selama bulan Juli 2026 saja harga minyak Brent sudah melonjak sekitar 25 persen. Hal ini terjadi pasca bentrokan terbaru antara AS dan Iran yang menggagalkan upaya kesepakatan damai sementara, sekaligus memperburuk gangguan aliran pasokan energi di jalur strategis Selat Hormuz hingga Laut Merah.
[ Uswatun ]

Sumber foto : kompas.tv

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan