BerandaBerita UtamaKomentar Sinis Dokter dan Nakes soal Keluhan Pasien BPJS yang Berujung Meninggal...

Komentar Sinis Dokter dan Nakes soal Keluhan Pasien BPJS yang Berujung Meninggal Tuai Kecaman Tajam

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com – Dunia maya tengah diguncang dan memicu kemarahan luas beredarnya tangkapan layar komentar sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang dinilai sangat tidak berempati terhadap keluhan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan, yang kemudian dikabarkan meninggal dunia.

Peristiwa ini bermula dari unggahan yang dibuat Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads pada 22 Juli 2026. Ia mengeluh telah menunggu sekitar delapan jam lamanya namun belum mendapatkan ruang rawat inap di sebuah rumah sakit. Ia sengaja tidak menyebutkan nama rumah sakit tersebut. “8 jam belum dapat ruangan. Gak mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS,” tulisnya kala itu. Unggahan ini kembali menyebar luas setelah kabar wafatnya Yurizal diketahui publik pada Rabu (5/8/2026).

Alih-alih mendapatkan dukungan, keluhan tersebut justru dibalas dengan ucapan bernada sinis dan merendahkan dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan. Salah satu komentar berbunyi: “Kalau full mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?” Ada pula yang menyebut: “BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak.”

Ucapan yang paling memicu kemarahan masyarakat adalah: “Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong.” Tak kalah menyakitkan, ada pula tanggapan dokter yang mengatakan pasien “tidak memiliki sel otak”.

Berbagai tanggapan tersebut kemudian menyebar ke seluruh media sosial dan memicu gelombang kritik. Warganet mempertanyakan sikap dan empati para tenaga kesehatan tersebut, mengingat profesi ini terikat kode etik yang mewajibkan menghormati martabat pasien tanpa membedakan status ekonomi maupun cara pembiayaan pengobatannya.

Perlu diketahui, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa meninggalnya Yurizal secara langsung disebabkan oleh lamanya masa tunggu kamar tersebut. Yang dapat dipastikan adalah unggahan keluhan itu dibuat beberapa waktu sebelum pasien akhirnya meninggal dunia.
[ Uswatun ]

Sumber foto : iNews.id

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan