JAKARTA _ mamatnews.com — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan sebagai bencana nasional. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan sudah sangat luas dan nyata melumpuhkan aktivitas warga.
“Kalimantan sudah seperti setengah ‘neraka’ sekarang karena karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan,” tegas Daniel kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan data BNPB, sebaran titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, diikuti Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara 3 titik.
Daniel meminta pemerintah tidak sekadar menyajikan angka, melainkan menindaklanjuti setiap titik panas tingkat kepercayaan tinggi menjadi daftar prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam.
Kondisi kabut asap yang pekat pun telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang terbatas hingga peliburan sekolah di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak demi melindungi kesehatan warga.
Di sisi lain, pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk penanganan karhutla di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Sebanyak 30 pesawat bertugas di Kalimantan dan 22 pesawat di Sumatera. Lima pesawat TNI AU telah diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat (21/8/2026), sementara sejumlah pesawat lain disiapkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk dikerahkan sesuai kebutuhan.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : iNews.id )




