BerandaOtomotifBYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi Baterai dan Kejar TKDN 60...

BYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi Baterai dan Kejar TKDN 60 Persen pada 2027

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

SUBANG _ mamatnews.com — PT BYD Motor Indonesia resmi meresmikan pabrik pertamanya di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis. Langkah ini menandai babak baru pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, di mana BYD tidak hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga berencana merakit baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan bahwa investasi BYD di Indonesia tidak berhenti pada perakitan mobil. “Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kita tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia. Kami juga merencanakan beberapa pekerjaan perakitan yang berkaitan dengan manufaktur baterai,” ujarnya. Upaya ini bertujuan memperbesar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan target mencapai 60 persen pada Januari 2027.

Pabrik di Subang saat ini berkapasitas hingga 150.000 unit per tahun, memproduksi model BYD Atto 1, M6 EV, M6 DM, serta lini merek premium Denza. Di samping produksi, BYD juga menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ratusan teknisi dan insinyur telah dikirim ke pusat penelitian dan pengembangan di Tiongkok untuk pelatihan, dan kini lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal telah bekerja di perusahaan ini, dengan target berkembang hingga 20.000 orang. Kerja sama dengan sekolah dan universitas di Jawa Barat juga terus diperluas.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan