JAKARTA __ mamatnews.com — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak penelusuran menyeluruh serta pemetaan pola penyebaran virus influenza di berbagai daerah, menyusul peningkatan kasus yang tercatat di sejumlah rumah sakit kota besar.
Sekretaris Umum IDAI Dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A., menyampaikan hal tersebut dalam diskusi daring, Jumat (19/9/2026). “Kami perlu mengetahui lonjakan kasus, terutama Influenza A yang berisiko bagi kelompok rentan, agar penanganan tepat sasaran,” ujarnya. Pemetaan ini dinilai krusial untuk memandu tenaga medis dalam merespons sesuai gejala dan tingkat keparahan pasien.
Berdasarkan data WHO Wilayah Pasifik Barat per 10 September 2026, negara-negara Asia Tenggara mencatat peningkatan kasus: Singapura 24–37%, Brunei Darussalam naik dari 12% menjadi 28%, Malaysia 19–20%, dan Vietnam melonjak dari 7% ke 20%. Pergerakan lintas negara diduga menjadi faktor pendorong.
Meski Kementerian Kesehatan belum melaporkan lonjakan yang mengkhawatirkan di Indonesia dibandingkan periode yang sama tahun lalu, IDAI mengingatkan kewaspadaan tetap dijaga. Anak-anak merupakan kelompok paling rentan: 5% memerlukan rawat inap, 80% kasus terjadi pada anak di bawah 2 tahun, dan separuhnya berusia di bawah 6 bulan. Anak di bawah 5 tahun juga memiliki angka kematian tertinggi.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : ANTARA )




