BerandaBerita UtamaIDAI Desak Pemetaan Lonjakan Influenza, Waspadai Risiko pada Anak

IDAI Desak Pemetaan Lonjakan Influenza, Waspadai Risiko pada Anak

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak penelusuran menyeluruh serta pemetaan pola penyebaran virus influenza di berbagai daerah, menyusul peningkatan kasus yang tercatat di sejumlah rumah sakit kota besar.

Sekretaris Umum IDAI Dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A., menyampaikan hal tersebut dalam diskusi daring, Jumat (19/9/2026). “Kami perlu mengetahui lonjakan kasus, terutama Influenza A yang berisiko bagi kelompok rentan, agar penanganan tepat sasaran,” ujarnya. Pemetaan ini dinilai krusial untuk memandu tenaga medis dalam merespons sesuai gejala dan tingkat keparahan pasien.

Berdasarkan data WHO Wilayah Pasifik Barat per 10 September 2026, negara-negara Asia Tenggara mencatat peningkatan kasus: Singapura 24–37%, Brunei Darussalam naik dari 12% menjadi 28%, Malaysia 19–20%, dan Vietnam melonjak dari 7% ke 20%. Pergerakan lintas negara diduga menjadi faktor pendorong.

Meski Kementerian Kesehatan belum melaporkan lonjakan yang mengkhawatirkan di Indonesia dibandingkan periode yang sama tahun lalu, IDAI mengingatkan kewaspadaan tetap dijaga. Anak-anak merupakan kelompok paling rentan: 5% memerlukan rawat inap, 80% kasus terjadi pada anak di bawah 2 tahun, dan separuhnya berusia di bawah 6 bulan. Anak di bawah 5 tahun juga memiliki angka kematian tertinggi.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan