BerandaNasionalMenkeu Suahasil: APBN Kuat, Defisit Terkendali 0,93% PDB per Agustus 2026

Menkeu Suahasil: APBN Kuat, Defisit Terkendali 0,93% PDB per Agustus 2026

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Agustus 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026). Ia menegaskan APBN tetap berjalan pada jalur yang tepat dengan keseimbangan primer positif dan defisit yang tetap terkendali.

Hingga akhir Agustus, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau 65% dari target, sedangkan belanja mencapai Rp2.295,7 triliun (59,7% dari pagu). Defisit anggaran sebesar Rp240,1 triliun, setara 0,93% dari PDB. Penerimaan negara tumbuh 25,4%, penerimaan pajak naik 24,1%, kepabeanan dan cukai serta PNBP juga bergerak positif.

Suahasil mengakui perekonomian Indonesia menghadapi ketidakpastian global, antara lain berlanjutnya konflik Timur Tengah serta kenaikan suku bunga The Fed AS ke 5% yang diprediksi bertahan dalam jangka waktu panjang. Meski demikian, perekonomian domestik tetap tangguh: konsumsi masyarakat terjaga kuat, tercermin dari pertumbuhan penjualan kendaraan, semen, dan listrik; inflasi Agustus tercatat 3,19%, berada dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1%; arus modal masuk terakumulasi sepanjang tahun ini mencapai Rp141,6 triliun.

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,45% sepanjang 2026. Nilai tukar rupiah dan imbal hasil Surat Berharga Negara dipengaruhi dinamika geopolitik serta pergerakan harga minyak dunia, namun sektor riil tetap menunjukkan ketahanan yang solid.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : kompas.tv )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan