BerandaBerita UtamaBahlil Tegas: Konsesi Migas Terlantar Wajib Dikembalikan ke Negara

Bahlil Tegas: Konsesi Migas Terlantar Wajib Dikembalikan ke Negara

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melayangkan teguran keras kepada pemegang konsesi minyak dan gas bumi yang membiarkan proyeknya mangkrak. Peringatan itu disampaikannya dalam forum FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Bahlil menegaskan, perusahaan yang sudah memiliki Rencana Pengembangan (POD) tak punya alasan untuk menunda eksekusi proyek. “Jika merasa tidak mampu, konsesi wajib dikembalikan kepada negara untuk ditawarkan kepada pihak lain yang lebih siap, termasuk Pertamina,” ujarnya. Bahkan Pertamina pun tak diberi ruang untuk bekerja lambat. “Meskipun milik negara, harus cepat,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan lifting nasional melalui sejumlah proyek jumbo migas yang sedang berjalan. Proyek Geliga di Kalimantan Timur dengan cadangan gas lebih dari 6 Tcf sedang mengajukan POD dan ditargetkan beroperasi pada 2029. North Hub telah memasuki tahap fabrikasi dengan produksi akhir 2028. Sementara itu, megaproyek Abadi Masela di Maluku senilai US$20,9 miliar sudah mulai dibangun sejak Juli 2026. Dua proyek lainnya, JNE#6 dan Maha di Kalimantan Timur, sudah berproduksi — Maha baru saja diresmikan pada 22 Oktober lalu.

“Potensi migas nasional tidak boleh terbuang sia-sia hanya karena keterlambatan pelaksanaan,” tegas Bahlil.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : TRN )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan