BerandaOtomotifBYD Tak Ikut Perang Harga Meski Muncul Mobil Listrik Rp155 Juta

BYD Tak Ikut Perang Harga Meski Muncul Mobil Listrik Rp155 Juta

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TANGERANG _ mamatnews.com – Semakin ramainya pasar kendaraan listrik dengan kehadiran varian terjangkau seperti Wuling Aira EV yang dibanderol mulai Rp155 juta di GIIAS 2026, tidak membuat PT BYD Motor Indonesia ikut terjebak dalam persaingan saling menurunkan harga.

Head of PR dan Hubungan Pemerintah BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, justru menyambut positif banyaknya pemain baru yang menawarkan harga di bawah Rp200 juta.

Hal ini dinilai menjadi tanda pasar kendaraan listrik di Tanah Air makin berkembang dan mulai terjangkau berbagai kalangan, sekaligus menghilangkan anggapan bahwa mobil listrik selalu mahal.

Kami senang semakin banyak pilihan bagi konsumen. Ini bukti bahwa akses kendaraan listrik makin terbuka luas, ujar Luther di ICE BSD City, Rabu (3/8/2026).

Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak akan bersaing lewat perang harga. Menurutnya, konsumen kini semakin cerdas dan tidak hanya terpaku pada harga semata saat membeli kendaraan yang merupakan investasi jangka panjang.

Faktor lain seperti keberlanjutan bisnis merek, kepercayaan, ketersediaan layanan purna jual, serta kekuatan basis produksi lokal menjadi pertimbangan yang jauh lebih penting.

Oleh karena itu BYD memilih memperkuat fondasi yang sudah dibangun, meliputi perluasan jaringan diler, layanan perawatan, hingga pengembangan pabrik di Indonesia guna memberikan kepastian dan rasa aman bagi pengguna.

Kami lebih memilih bersaing dari sisi kualitas, jaringan, keberlanjutan usaha, dan kemampuan produksi lokal, bukan adu harga, tegasnya. Sumber KOMPAS.com
[ Annisaa ]

( Dok. foto kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan