BerandaWilayahKemarau Panjang Menyusutkan Sungai Barito, Gosong Pasir Muncul Hambat Transportasi

Kemarau Panjang Menyusutkan Sungai Barito, Gosong Pasir Muncul Hambat Transportasi

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BARITO SELATAN _ mamatnews.com — Musim kemarau yang berlangsung panjang di Kalimantan Tengah membawa dampak nyata terhadap kondisi Sungai Barito. Debit air terus menyusut tajam, menyebabkan pendangkalan di sejumlah aliran hingga hamparan tanah dan pasir muncul di tengah sungai.

Pemandangan yang jarang terlihat itu tampak jelas di kawasan sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Jumat (21/8/2026). Gosong pasir yang terbentuk membelah aliran sungai, sehingga sebagian kawasan tampak bagaikan hamparan pantai yang luas.

Warga setempat, Rudi Hermansyah, menyebut penurunan permukaan air sungai terlihat sangat mencolok sejak awal Agustus. Munculnya daratan di tengah aliran sungai menjadi bukti nyata betapa drastisnya penyusutan debit air yang terjadi.

Kondisi ini pun mulai mengganggu kelancaran lalu lintas air. Kapal pengangkut barang dan tongkang kini kesulitan melintas karena kedalaman air yang tak lagi mencukupi. Para nahkoda terpaksa memperlambat laju, mencari alur yang masih dalam, atau bahkan harus menunggu hingga air sedikit naik untuk dapat melintas.

“Sungai Barito merupakan jalur urat nadi pengangkutan barang dan kebutuhan warga di sepanjang alirannya. Jika terus demikian, dikhawatirkan gangguan akan semakin meluas dan berdampak pada kelancaran distribusi serta perekonomian masyarakat,” ujar Rudi.

Apabila kemarau masih berlanjut, pendangkalan diperkirakan akan semakin parah dan membatasi ruang gerak kapal, terutama yang berukuran besar. Fenomena gosong pasir di Jembatan Kalahien menjadi pengingat nyata betapa besar pengaruh perubahan musim terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan nasibnya pada sungai.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : detik.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan