BerandaHUKUMKendala Biaya Pengasuhan Jadi Motif Penganiayaan Dua Bocah di Dairi, Pelaku Ditahan

Kendala Biaya Pengasuhan Jadi Motif Penganiayaan Dua Bocah di Dairi, Pelaku Ditahan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Polisi mengungkap motif di balik penganiayaan keji yang menimpa dua bersaudara berinisial AGP (7) dan AP (6) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, pada Jumat (21/8/2026), dan videonya menyebar luas di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Dairi Iptu Darman Lumbanraja menjelaskan, kedua anak tersebut dititipkan oleh ibunya, R Sianturi (53), yang bekerja di rumah makan di Toba, kepada seorang wanita berinisial RS (52) di Sidikalang. Sang ayah saat ini sedang menjalani hukuman penjara terkait kasus narkoba. Kesepakatan pengasuhan senilai Rp500.000 per minggu ternyata mengalami kendala pembayaran, yang kemudian memicu kemarahan pelaku.

“Merasa tidak terima dengan masalah pembayaran tersebut, pelaku RS akhirnya melampiaskan kekesalannya secara brutal kepada kedua anak yang tidak berdaya itu,” ungkap Darman, Senin (24/8/2026). Penganiayaan dilakukan berulang kali menggunakan berbagai benda di dalam rumah.

Polisi segera mengamankan RS setelah menerima laporan dari warga. Kedua korban pertama kali dibawa ke RSUD Sidikalang untuk penanganan darurat, dan kini telah dirujuk ke RSU Haji Medan guna mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap mengingat beratnya luka yang dialami. Kondisi mereka dilaporkan perlahan membaik.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan