BerandaBerita UtamaOrangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Paparan Asap Karhutla di Ketapang

Orangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Paparan Asap Karhutla di Ketapang

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Kabar duka datang dari Kalimantan Barat. Orangutan jantan bernama Sempurna yang sempat dievakuasi dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan pernapasan akibat asap kebakaran hutan di Kabupaten Ketapang, akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane, membenarkan hal tersebut dalam keterangannya pada Kamis (3/9/2026).

Sempurna pertama kali dilaporkan oleh warga pada 30 Agustus 2026 di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara. Tim gabungan BKSDA Kalbar dan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan pertama berupa oksigen dan cairan infus sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi. Namun kondisi kesehatannya terus menurun, dan pada pukul 15.20 WIB hari yang sama, Sempurna dinyatakan meninggal dunia meski telah dilakukan upaya resusitasi.

Hasil nekropsi yang dilakukan pada 1 September 2026 menunjukkan adanya kerusakan pada organ paru-paru, jantung, dan ginjal. Perubahan patologis pada paru-paru diduga kuat berhubungan dengan paparan asap tebal akibat kebakaran hutan yang menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh, hingga akhirnya mempengaruhi fungsi sistem kardiovaskular dan berujung pada kematiannya.

Murlan mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan keberadaan Sempurna, dan mengimbau warga untuk terus berpartisipasi dalam penyelamatan satwa liar yang terdampak bencana alam. Kematian Sempurna menjadi salah satu bukti nyata dampak buruk kebakaran hutan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi satwa liar yang terancam punah.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan