BerandaBerita UtamaSejarah Baru: Kapal Kunisaki Jepang Bertolak Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan

Sejarah Baru: Kapal Kunisaki Jepang Bertolak Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TOKYO _ mamatnews.com — Sebuah tonggak sejarah baru tercatat dalam kerja sama pertahanan dan kemanusiaan Indonesia–Jepang. Kapal angkut amfibi milik Pasukan Bela Diri Jepang bernama JS Kunisaki resmi meninggalkan pangkalan angkatan laut di Kure, Prefektur Hiroshima, pada Minggu (30/8/2026), menuju Indonesia untuk menjalankan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan .

Ini menjadi misi pemadaman kebakaran luar negeri pertama sepanjang sejarah Pasukan Bela Diri Jepang. Kapal Kunisaki membawa tiga helikopter angkut berat tipe CH‑47 Chinook yang akan digunakan untuk pengeboman air dari udara serta pengiriman logistik ke daerah‑daerah sulit dijangkau. Diperkirakan perjalanan laut menuju Indonesia memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu .

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menjelaskan pengerahan ini atas dasar permintaan resmi Pemerintah Indonesia. Seluruh upaya dilakukan demi membatasi kerusakan lingkungan serta meringankan beban masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran . Sebanyak sekitar 350 personel terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan ini .

Kerja sama ini berlandaskan kesepakatan pertahanan yang diteken kedua negara pada Mei 2026, mencakup bantuan tanggap darurat bencana lintas negara . Kebakaran hutan dan lahan yang meluas di Kalimantan telah mengganggu kesehatan, penerbangan, serta aktivitas warga secara luas, sehingga dukungan internasional sangat dibutuhkan .
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan