WASHINGTON _ mamatnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya angkat bicara soal insiden pemindahannya secara diam-diam dari pesawat kepresidenan saat berada di Turki. Ia membenarkan peristiwa tersebut dilakukan atas perintah Dinas Rahasia demi menjamin keselamatan pribadinya, menyusul adanya informasi ancaman keamanan dari Iran.
“Mereka meminta saya menggunakan pesawat lain dengan alasan keamanan yang setara. Saya menuruti arahan mereka,” ujar Trump kepada wartawan setibanya di Pangkalan Gabungan Andrews, Rabu (12/8/2026).
Proses pemindahan dilakukan dengan sangat rahasia. Setelah terekam kamera naik ke dalam Air Force One, ia diam-diam turun lewat sisi lain pesawat dan diantar menggunakan kendaraan katering menuju pesawat militer C-32A. Bahkan awak media diminta menutup tirai jendela agar tidak menyadari apa yang terjadi. Hanya segelintir pejabat dan staf yang mengetahui hal tersebut.
“Saya memang sering menerima ancaman, jadi saya tidak banyak bertanya detailnya,” tambahnya, namun enggan merinci bentuk ancaman yang diterima. Ia juga tidak menjelaskan alasan penumpang lain seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio tetap dibiarkan berada di pesawat utama, hanya menduga pesawat yang ia tumpangi menjadi sasaran risiko yang lebih tinggi.
Aksi ini terjadi saat usai menghadiri KTT NATO bulan lalu. Rencananya ia akan terbang ke Inggris agar pasukan AS di sana dapat melihat pesawat baru hadiah dari Qatar, namun rencana berubah mendadak. Setelah mendarat di pangkalan udara Inggris, Trump kembali masuk ke Air Force One secara senyap sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Amerika Serikat.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : iNews.id )




