JAKARTA _ mamatnews.com — Peningkatan titik panas dan kebakaran hutan yang terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, mendorong Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah cepat guna menanggulangi dampak kemarau panjang.
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan bahwa fenomena El Nino menjadi penyebab meningkatnya jumlah titik panas dan kebakaran di wilayah tersebut. “Sejauh ini upaya pemadaman terus dilakukan secara cepat di lapangan,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Sebagai langkah strategis mengatasi kekeringan, Otorita IKN bekerja sama dengan TNI AU melaksanakan operasi penyemaian awan guna memicu turunnya hujan. Sebanyak 800 kilogram garam telah disemai di kawasan utara IKN, meliputi wilayah Daerah Aliran Sungai Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air utama.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan operasi ini difokuskan untuk menambah ketersediaan air di embung dan saluran pengambilan air. “Tujuannya agar volume cadangan air dapat kembali naik,” tegasnya. Operasi ini direncanakan berlangsung hingga 27 Agustus 2026, dengan menyesuaikan perkembangan kondisi awan harian.
Pesawat Casa 212 milik TNI AU telah diterbangkan dari Lanud Dhomber guna melaksanakan misi tersebut. Kendati demikian, pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini tergolong terbatas, sehingga pemantauan atmosfer dilakukan secara ketat guna menentukan titik penyemaian yang paling efektif.
Selain operasi penyemaian awan, Otorita IKN juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa pengintegrasian Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku guna menjaga keseimbangan ketersediaan air bersih di tengah kondisi cuaca yang kering.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )




