KUALA LUMPUR _ mamatnews.com — Malaysia dan Brunei Darussalam menyepakati penanganan bersama persoalan kabut asap lintas batas yang kembali melanda kawasan, melalui jalur dan mekanisme yang disepakati dalam lingkup Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan Konsultasi Pemimpin Tahunan ke-27 yang berlangsung Sabtu (22/8/2026). Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyampaikan hal itu dalam keterangan pers usai pertemuan dengan Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah.
“Kami berdua sepakat menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri untuk menangani masalah ini,” ujar Anwar.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan juga telah menyampaikan langkah diplomatik yang akan ditempuh. Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan berencana mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat guna membahas persoalan tersebut.
Keprihatinan ini muncul seiring memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia. Berdasarkan data Indeks Polusi Udara (API) pada Sabtu pagi, kawasan Serian, Sarawak, mencatat angka 190 atau masuk kategori tidak sehat. Sepuluh wilayah lain pun tercatat mengalami polusi udara tingkat tidak sehat, antara lain Kuching 182, Samarahan 177, serta sejumlah daerah lainnya yang mencatat angka di atas ambang batas sehat.
Dalam skala yang berlaku di Malaysia, angka 101–200 tergolong tidak sehat, sehingga tingginya angka yang tercatat kini menjadi perhatian serius kedua negara untuk segera dicarikan jalan keluar secara bersama-sama melalui kerangka kerja sama ASEAN.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )




