BerandaBerita Utama Abdul Khalit Buka Road Show Wawasan Kebangsaan di SMA Al Huda Cengkareng: Pelajar Diminta Kuatkan Empat...

 Abdul Khalit Buka Road Show Wawasan Kebangsaan di SMA Al Huda Cengkareng: Pelajar Diminta Kuatkan Empat Pilar Kebangsaan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, secara resmi membuka kegiatan Road Show Peningkatan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar SLTA Sederajat Angkatan I Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di SMA Al Huda Jakarta Barat, Jalan Utama Raya No. 2, Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kaban Kesbangpol didampingi oleh Harlina Suswita, selaku Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Muhamad Safei, selaku Ketua Sub Kelompok Ideologi Negara, para narasumber, Anggota Wawasan Kebangsaan DKI Jakarta Dr Drs Asep Kusnadi, kepala sekolah, serta dewan guru.

Dalam sambutannya, Abdul Khalit menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat walafiat.

Ia menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar ibu kota negara dan pusat perekonomian nasional, melainkan juga simbol kebhinekaan Indonesia. Di kota inilah berbagai suku, agama, ras, dan golongan hidup berdampingan secara harmonis.

“Namun, di tengah dinamika zaman yang begitu cepat, kita dihadapkan pada tantangan global yang semakin kompleks. Salah satunya adalah ancaman intoleransi, radikalisme, dan lunturnya nilai-nilai integritas di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar,” ujar Abdul Khalit.

Menurutnya, radikalisme dan ekstremisme tidak lahir dalam semalam. Paham tersebut sering kali menyusup secara perlahan melalui ruang-ruang digital, media sosial, serta narasi-narasi sempit yang memecah belah persatuan.

“Jika tidak dicegah sejak dini, hal ini dapat merusak masa depan anak-anak kita dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Kepada para pelajar, Abdul Khalit berpesan agar menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki komitmen moral yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Ia meminta para pelajar untuk kembali menghayati empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter dalam menyaring setiap informasi dan pengaruh budaya luar,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak mudah percaya pada ajaran, kelompok, atau konten media sosial yang mengajarkan kebencian, mengkafir-kafirkan sesama anak bangsa, atau memecah belah persatuan.

“Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera berdiskusi dengan guru, orang tua, atau pihak berwenang. Manfaatkan kecanggihan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan konten-konten perdamaian, prestasi, kreativitas, dan semangat persatuan, bukan justru sebaliknya,” ujarnya.

Abdul Khalit menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Bakesbangpol, bersama unsur dunia pendidikan dan masyarakat, akan terus berkomitmen untuk mengawal, melindungi, dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan cinta tanah air.

“Namun, upaya ini tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara guru, orang tua, lembaga pendidikan, dan pemerintah,” katanya.

Atas nama pimpinan institusi, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di ruang acara, tetapi mampu menginspirasi aksi nyata perubahan positif di lingkungan kita masing-masing,” harapnya.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim.  kegiatan Road Show Peningkatan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar SLTA Sederajat Angkatan I Tahun 2026 secara resmi dibuka.

Di akhir sambutan, Abdul Khalit menutup dengan dua pantun kebangsaan:

Pergi ke Monas naik delman,
Singgah sebentar membeli roti.
Mari jaga Jakarta agar tetap aman,
Semangat kebangsaan di dalam hati.

Burung garuda terbang melayang,
Hinggap sebentar di pohon kelapa.
Wahai anak muda generasi tersayang,
NKRI harga mati, jangan dilupa!

[ Uswatun ]

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan