BEKASI _ mamatnews.com — Dalam upaya menjaga kemurnian dan masa depan generasi muda bangsa, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi menggelar kegiatan sosialisasi besar bertema pencegahan narkotika, intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme. Kegiatan berlangsung di Aula SMA Sekolah Rakyat 13, Jalan Joyo Martono, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, pada Jumat pagi, berlangsung khidmat dan penuh semangat dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugono, SE., SH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kewaspadaan dini bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar. “Kita tidak bisa membiarkan generasi emas bangsa ini tergerus oleh hal-hal yang merusak masa depan mereka. Narkoba, radikalisme, dan sikap intoleran adalah musuh bersama yang harus kita lawan dari sekarang,” ujar Sugono dengan tegas.

Walikota Bekasi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibowo Mahartoyo Sukmo, SE., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau mengingatkan bahwa para pelajar Kota Bekasi adalah aset terbesar yang akan memikul tongkat estafet pembangunan menuju Indonesia Emas. “Pelajar wajib memahami bahaya narkoba, intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, serta tawuran sejak dini. Pengetahuan yang benar adalah benteng terkuat bagi diri kita,” tegas Chondro.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Mapolresta Bekasi Kota, Densus 88, serta Badan Anti Narkotika Nusantara. Iptu Noeh Chaidir Sangaji, Kanit Bintibsos Satbinmas Polresta Bekasi Kota, mengingatkan para pelajar akan tugas utama mereka: menuntut ilmu, bukan menciptakan kerusakan. “Pelajar itu tugasnya belajar, bukan tawuran. Bawalah buku dan alat tulis, jangan bawa obeng, rantai, atau pisau, karena itu dapat dikenakan pasal senjata tajam dan diancam sanksi pidana,” pesannya dengan penuh harap.
Sementara itu, dari Densus 88 disampaikan oleh Iptu Luthfi Okto Wibowo, Wakil Ketua Bidang Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta. Beliau mengingatkan para peserta untuk senantiasa berhati-hati dalam menggunakan gawai. “Waspadailah konten yang mempertontonkan perakitan bom, serta pihak-pihak yang mengajak bergabung ke dalam kelompok yang bertujuan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Kegiatan yang penuh makna ini ditutup dengan sesi foto bersama, menjadi bukti komitmen bersama antara masyarakat, sekolah, dan aparat keamanan untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai kawasan yang bebas dari narkoba, radikalisme, serta sikap intoleran. Semoga generasi muda kita senantiasa tumbuh cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai persatuan bangsa.
[ Annisaa ]




