JAKARTA _ mamatnews.com — Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus berlanjut pasca-erupsi pada Senin (31/8/2026). Status gunung api resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak pukul 12.30 WIB, menyusul letusan yang menyemburkan kolom abu setinggi 3.500 meter di atas puncak.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 615 jiwa dari 211 keluarga di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, terpaksa mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Hal itu dikonfirmasi Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Rabu (2/9/2026). Sementara warga Desa Payung masih bertahan di rumah masing-masing dengan meningkatkan kesiapsiagaan.
Berton memperingatkan bahwa erupsi yang terjadi baru berupa fase awal, sehingga aktivitas gunung berpotensi masih meningkat. Kawasan yang menjadi perhatian utama meliputi Desa Ndokum Siroga, Desa Kuta Tengah, dan Desa Payung. Zona bahaya juga diperluas: masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak, serta hingga 6 kilometer ke arah selatan–timur.
BPBD Kabupaten Karo telah mengarahkan warga keluar dari zona berbahaya dan membagikan masker di wilayah terdampak abu vulkanik. Warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Sinabung juga diimbau waspada terhadap potensi banjir lahar dingin. Sementara itu, status transisi darurat bencana erupsi Sinabung yang berlaku sejak 8 Juli masih berjalan hingga 5 Oktober 2026. Seluruh warga dan pengunjung diharapkan mematuhi zona aman dan mengikuti arahan pihak berwenang.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : iNews.id )




