BerandaBerita UtamaKarhutla Kalbar Meluas Capai 48.535 Hektare, Kabut Asap Pekat Hambat Operasi Helikopter...

Karhutla Kalbar Meluas Capai 48.535 Hektare, Kabut Asap Pekat Hambat Operasi Helikopter Jepang

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menembus 48.535,73 hektare per pertengahan September 2026. Angka ini merupakan gabungan data pemantauan satelit seluas 38.310 hektare lebih dengan hasil pengukuran langsung di lapangan sebesar 10.224 hektare lebih.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers daring, Selasa (15/9/2026).

Pemerintah telah mengerahkan 14.759 personel Satgas Darat, didukung 5 helikopter patroli/modifikasi cuaca dan 9 helikopter pemadam dari udara. Pada 14 September, tercatat 19 titik api dengan tambahan luas terbakar 261 hektare; 180 hektare berhasil dipadamkan — 175 hektare oleh tim darat dan 5 hektare dari udara — sehingga tersisa 80 hektare yang masih membutuhkan penanganan.

Bantuan helikopter dari Jepang sebenarnya sudah tiba, namun belum dapat beroperasi karena jarak pandang terlalu rendah. Pihak Jepang baru akan bertindak saat jarak pandang mencapai 3.500–5.000 meter.

Kabut asap pekat menurunkan kualitas udara ke kategori berbahaya di Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, hingga Ketapang, dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer. Sebagian wilayah seperti Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau sempat turun hujan ringan hingga lebat yang diharapkan membantu proses pemadaman.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan