JAKARTA __ mamatnews.com — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Justru warga mengeluhkan kondisinya semakin pekat dan berdampak buruk pada kesehatan serta aktivitas harian.
Nina Abadiah, warga setempat, menceritakan perubahan besar yang dialami keluarganya dalam dua bulan terakhir. “Kondisi udara justru makin buruk. Langit tampak menguning kemerahan, bau asap menusuk bahkan sampai masuk ke dalam rumah. Menggunakan AC pun tidak sepenuhnya membantu,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).
Keluhan kesehatan mulai dari sakit kepala, mual, muntah, hingga sakit perut dialami sejumlah warga. Kekhawatiran terbesar justru tertuju pada kelompok paling rentan, yaitu bayi dan anak-anak. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan secara daring. “Belajar dari rumah terus berjalan, tapi kami belum tahu sampai kapan kebijakan ini berlaku,” tambah Nina.
Warga berharap kondisi segera membaik agar anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Hingga kualitas udara pulih sepenuhnya, masyarakat diimbau tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )




