BerandaBerita UtamaBamsoet Minta Usut Tuntas Pengibaran Bendera GAM di Banda Aceh

Bamsoet Minta Usut Tuntas Pengibaran Bendera GAM di Banda Aceh

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara menyeluruh dan menindak tegas pelaku pengibaran bendera bulan bintang sekaligus penurunan bendera Merah Putih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026). Insiden itu bertepatan dengan peringatan Hari Damai Aceh ke-21.

Bamsoet menegaskan tindakan tersebut berpotensi merusak semangat perdamaian yang telah dibangun selama dua dekade lebih. Ia meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terukur, sekaligus membedakan antara warga yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan segelintir pihak yang melakukan provokasi dan merendahkan lambang negara.

“Jangan sampai ulah sedikit orang kemudian dianggap sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh. Investigasi harus berjalan objektif dan transparan,” ujarnya pada Minggu (16/8/2026).

Mantan Ketua MPR RI itu juga meminta pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh segera melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat — tokoh agama, adat, mantan kombatan, hingga pemuda — agar tidak terjebak provokasi. Segala persoalan terkait pelaksanaan kekhususan Aceh, kesejahteraan, maupun sumber daya alam harus diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog.

“Aceh telah membuktikan bahwa perbedaan dapat diselesaikan melalui perundingan. Mari kita jaga perdamaian dan ketertiban bersama,” tambahnya.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan