BerandaInternasionalBanjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Hilang

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

KATHMANDU _ mamatnews.com — Bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026), menimbulkan korban jiwa yang terus meningkat. Hingga kini, jumlah orang yang dilaporkan tewas telah menembus 150 jiwa, sementara lebih dari 500 orang lainnya dinyatakan hilang.

Banjir yang menyerupai gelombang tsunami itu menyapu kawasan-kawasan populer bagi pendaki gunung maupun peziarah. Di Nepal saja, lebih dari 500 wisatawan dilaporkan hilang — di antaranya lebih dari 100 orang dari India, 54 dari Amerika Serikat, 33 dari Inggris, serta ratusan warga Nepal sendiri. Sementara pemerintah China melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di wilayah Tibet.

Penyebab bencana semula diduga dipicu gempa bumi yang meruntuhkan danau es di pegunungan. Namun belakangan disimpulkan bahwa tanah longsorlah yang memicu peristiwa dahsyat tersebut. Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyatakan seluruh rakyatnya merasa terpukul dan berduka mendalam atas musibah ini.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan aliran air bercampur lumpur berwarna cokelat pekat menghantam permukiman, memutus jembatan, dan meratakan bangunan. Di pos perbatasan Gyirong, rekaman CCTV menangkap momen warga berlarian menyelamatkan diri sesaat sebelum dinding air menghantam kawasan tersebut. Dengan operasi pencarian yang masih berlangsung, diperkirakan jumlah korban jiwa kemungkinan akan terus bertambah dalam hari-hari mendatang.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : iNews.id )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan