MAUMERE _ mamatnews.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengeluarkan kebijakan khusus bagi masyarakat Flores yang menjadi korban gempa bumi. Warga diperkenankan mengambil langsung kebutuhan pokok darurat seperti makanan, minuman, tenda, dan selimut di toko atau kios terdekat, yang seluruh biayanya akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi NTT.
“Rakyat bisa ambil duluan di kios ataupun di toko, ambil sesuai kebutuhannya khusus makan-minum, tenda, selimut. Nanti Pemerintah Provinsi yang bayar,” tegas Melki di Bandar Udara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026). Kebijakan ini telah berlaku dan dapat langsung dimanfaatkan warga, dengan proses pembayaran yang akan diselesaikan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu berdampak luas di Pulau Flores. Dari delapan kabupaten yang ada, tujuh wilayah terdampak, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, hingga Sikka. Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan BNPB kini memusatkan segenap kekuatan pada masa tanggap darurat dengan tiga prioritas utama: pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, penanganan medis bagi warga yang sakit dan luka, serta penyediaan tempat berlindung yang layak melalui ketersediaan tenda dan selimut yang memadai.
Melki berharap penanganan cepat ini dapat menjangkau seluruh korban tanpa ada yang tertinggal. Sementara itu, data BNPB per pemutakhiran terbaru mencatat dampak bencana sangat masif: 83 orang meninggal dunia, 986 orang luka-luka, lebih dari 110 ribu jiwa mengungsi, serta hampir 45 ribu unit rumah rusak. Aktivitas gempa susulan pun masih terus berlangsung tinggi, tercatat telah terjadi 4.258 kali guncangan susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Tribunnews.com )




