TASIKMALAYA _ mamatnews.com – Di tengah derasnya arus modernisasi yang mengubah wajah banyak pemukiman, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tetap berdiri kokoh menjaga jati diri.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, kawasan ini menjadi cerminan nyata masyarakat Sunda yang setia merawat warisan leluhur, kearifan lokal, dan tata ruang tradisional secara turun-temurun, Sabtu (8/8/2026).
Warga mayoritas beragama Islam, namun menjalani kehidupan beragama dengan harmonis beriringan adat istiadat nenek moyang.
Perpaduan nilai agama dan budaya asli inilah yang menjadikan Kampung Naga sebagai salah satu kampung adat paling dihormati di Indonesia.
Banyak yang salah mengira nama “Naga” berkaitan dengan mitos atau budaya asing. Padahal menurut Punduh Kampung Naga Aki Ma’un, istilah itu berasal dari bahasa Sunda na gawir, artinya lokasi di bawah tebing atau lembah—sesuai posisi pemukiman di kaki bukit.
Berada di ketinggian 488 meter di atas permukaan laut, kawasan ini masih sangat asri: dikelilingi sawah hijau, perbukitan rimbun, aliran Sungai Ciwulan yang jernih, hutan lindung, dan kolam ikan yang terjaga.
Kampung Naga membuktikan kemajuan tak harus melupakan akar, dengan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual agar tetap lestari.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : ANTARA news )




