Jakarta_mamat.news.com — Yayasan Generasi Indonesia Kuat (YGIK) menggelar konferensi pers di Cafe.In Coffee & Eatery, Kelapa Gading, tepatnya di Kompleks Graha, Jl. Boulevard Timur Summarecon Blok ND No. 23, RT 13/RW 18, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026).
Konferensi pers tersebut membahas rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar pada 16–17 Agustus 2026 di Jalan Pelabuhan Kalibaru, RT 02/RW 06, Cilincing, Jakarta Utara.
Mengusung semangat “Indonesia Harus Kuat”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hadir dalam konferensi pers tersebut, di antaranya Ketua Umum YGIK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Kadek Wulan Sari Dewi, Wakil Ketua I Fonny Elisa Kilapong, Bendahara Umum Silvana Paath, Ketua YGIK Cabang Jakarta Utara Siti Aisyah, Ketua Bidang UMKM Gebyar Kerakyatan Wilis Anjelir, serta pembina dan Sekretaris YGIK, Urbanus Mamu, S.H., M.H., dan Ratna Saragih.
Yayasan Generasi Indonesia Kuat (YGIK) hadir sebagai lembaga yang berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat Indonesia melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kepemudaan, ekonomi kreatif, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, YGIK berupaya membangun generasi Indonesia yang kuat, mandiri, berkarakter, produktif, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan dan gotong royong.
Ketua Umum YGIK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Kadek Wulan Sari Dewi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang kuat dan mampu berdaya guna, termasuk dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan sekitar 50 pelaku UMKM. Hingga menjelang pelaksanaan, hampir 40 UMKM telah menyatakan ikut berpartisipasi. Selain bazar UMKM, kegiatan juga akan diisi berbagai perlombaan dan hiburan yang melibatkan masyarakat.
Persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu. Meski dengan waktu yang relatif singkat, panitia menyebut persiapan telah mencapai sekitar 90 persen berkat koordinasi dan kerja sama seluruh tim.
Kadek Wulan menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni perayaan kemerdekaan. Menurutnya, aktivitas UMKM dalam kegiatan masyarakat dapat menciptakan perputaran ekonomi secara langsung.
“Masih banyak pelaku usaha yang belum terfasilitasi. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa masih banyak ekonomi perempuan yang perlu diperhatikan dan dibantu,” katanya.
Karena itu, YGIK berencana melanjutkan kegiatan dengan melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM, khususnya di wilayah Jakarta Utara. Aspirasi dan kebutuhan para pelaku usaha tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan untuk mendorong dukungan dan fasilitasi yang lebih tepat.
Kadek Wulan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai mitra dalam keluarga sekaligus bagian penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin perempuan Indonesia menjadi perempuan yang cerdas, hebat dan mandiri. Bukan untuk merendahkan laki-laki, tetapi agar perempuan bisa berdaya dan menjadi partner dalam keluarga,” pungkasnya.
(Dudung)




