JAKARTA _ mamatnews.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memilih tidak merespons ramainya pembahasan mengenai makalah yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai peraih Nobel Perdamaian 2026. Ia menegaskan pemerintah saat ini berfokus sepenuhnya agar pelaksanaan program berjalan efektif, terutama untuk menekan angka stunting.
“Kita tidak ingin mengomentari hal tersebut. Kami hanya ingin bekerja sebaik-baiknya supaya Program MBG berjalan sebagaimana mestinya, utamanya dalam upaya mengatasi masalah stunting,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Makalah berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth” yang diunggah di laman SSRN pada 31 Maret 2026 mencuat menjadi sorotan publik. Tulisan tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri sebagai penulisnya.
Dalam uraiannya, studi tersebut memaparkan bahwa program ini bukan sekadar intervensi gizi, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta rantai pasok pangan lokal. Dampak turunannya meliputi peningkatan akses pangan bergizi bagi kelompok rentan, penciptaan lapangan kerja, hingga perbaikan kualitas sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : kompas.tv )




