BerandaNasionalMUI Serukan Shalat Istisqa, Mohon Hujan dan Berakhirnya Karhutla di Kalimantan

MUI Serukan Shalat Istisqa, Mohon Hujan dan Berakhirnya Karhutla di Kalimantan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — Menyusul memburuknya kondisi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Shalat Istisqa guna memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan dan musibah ini berakhir.

Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Cholil Nafis, menyampaikan ajakan tersebut di Jakarta, Jumat (4/9/2026). “Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk melaksanakan Shalat Istisqa,” ujarnya.

Menurut Cholil, shalat minta hujan merupakan bentuk ikhtiar sekaligus kepasrahan kepada Tuhan di tengah bencana yang berkepanjangan. Ia menegaskan, selain upaya teknis dan fisik yang dilakukan pemerintah serta petugas di lapangan, doa bersama menjadi dukungan moral dan spiritual yang sangat penting.

Kekeringan panjang ini telah memicu krisis air bersih dan memperluas titik panas di kawasan hutan, yang berdampak buruk bagi kesehatan serta aktivitas warga. Terkait hal itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga mengungkapkan bahwa tren titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat, sehingga kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan nasional saat ini.

MUI berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, dan masyarakat di wilayah terdampak segera mengoordinasikan pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah sebagai wujud keprihatinan dan harapan bersama.
[ Ncep Triyana ]

( Dok. Foto : ANTARA )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan