BerandaWilayahPesanan Pisang Cavendish MBG Dibatalkan Sepihak, Pedagang Rugi Rp2,1 Juta

Pesanan Pisang Cavendish MBG Dibatalkan Sepihak, Pedagang Rugi Rp2,1 Juta

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BANDAR LAMPUNG _ mamatnews.com – Harapan Imam Mustofa (35), pedagang buah asal Kota Metro, untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis berujung kekecewaan besar. Pesanan 14 peti pisang cavendish senilai Rp2,1 juta yang sudah disiapkan mendadak dibatalkan sepihak dengan alasan dapur yang dituju sedang disuspend, padahal barang sudah siap dikirim.

Imam menceritakan, awalnya dihubungi seseorang bernama Effendi pada 29 Juli 2026 yang menanyakan ketersediaan pisang. Sehari kemudian, pesanan dipastikan untuk kebutuhan dapur MBG. Karena pisang cavendish memerlukan proses pematangan beberapa hari, ia pun segera memesan stok dari pemasok dan tidak dapat membatalkannya begitu saja.

Menjelang jadwal pengiriman, pesanan justru dibatalkan dengan alasan dapur sedang tidak beroperasi. Imam sempat diberi janji akan dialihkan ke dapur lain, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada kepastian. Padahal, kualitas pisang sudah mulai menurun jika tertunda pengiriman.

Keprihatinan Imam semakin besar saat mendatangi lokasi dapur di kawasan belakang Mall Kartini, Bandar Lampung. Aktivitas di sana justru terlihat berjalan normal. Ia pun menduga orang yang menghubunginya hanyalah perantara atau calo, bukan pihak pengelola resmi dapur. Meski begitu, Imam belum bisa memastikan keterlibatan pihak dapur karena belum memiliki bukti yang kuat.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan