BerandaInternasionalRemaja 14 Tahun Lakukan Penembakan Brutal di Sekolah Thailand, 7 Orang Tewas

Remaja 14 Tahun Lakukan Penembakan Brutal di Sekolah Thailand, 7 Orang Tewas

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BANGKOK _ mamatnews.com – Peristiwa penembakan mengerikan mengguncang Provinsi Nonthaburi, pinggiran barat laut Bangkok, Thailand, Jumat (7/8/2026). Seorang siswa berusia 14 tahun membunuh kakek dan neneknya sendiri di rumah, sebelum melancarkan serangan mematikan ke Sekolah Debsirin Nonthaburi dan menewaskan sedikitnya lima guru serta staf sekolah, lalu mengakhiri hidupnya sendiri. Ini menjadi pembunuhan massal paling mematikan di negara itu sejak tahun 2022.

Kepolisian mengungkap pelaku melepaskan sedikitnya 26 tembakan menggunakan pistol yang diduga milik kakeknya, serta ditemukan pula 34 butir peluru cadangan yang belum terpakai. Akibat peristiwa ini, tercatat 23 orang lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi sangat kritis.

Saat insiden berlangsung, para siswa panik berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Awalnya banyak yang mengira suara ledakan itu berasal dari petasan, namun disadari sebagai tembakan beruntun. Petugas medis yang tiba saat kejadian masih berlangsung mendapati korban dengan luka di punggung, dada, dan lengan. Para guru yang selamat tampak terpukul dan saling berpelukan sambil menangis pasca peristiwa.

Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong menyatakan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa di kalangan pendidik dan siswa. Pihak berwenang saat ini masih mendalami latar belakang serta motif pelaku melakukan tindakan kekerasan yang luar biasa keji tersebut.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : kompas.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan