JAKARTA _ mamatnews.com – Banyak orang yang baru menerima vonis menderita diabetes kerap kali sulit menerima kenyataan. Sebagian besar bahkan merasa dirinya sehat-sehat saja karena tidak merasakan keluhan yang berarti, sehingga terjebak dalam sikap penyangkalan dan menunda penanganan medis. Hal ini dibagikan Epie Suryono, anggota Komunitas Pandu Diabetes, dalam diskusi bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem Support yang diselenggarakan Kalbe pada Selasa (4/8/2026).
Epie mengaku pernah merasakan hal yang sama saat pertama kali didiagnosis. “Bisa dibilang mayoritas penyandang diabetes mengalami penyangkalan, karena saya tidak merasa sakit, makan pun tetap terasa enak,” kenangnya. Saat itu yang terbayang justru ketakutan berlebih. “Begitu dokter bilang kena diabetes, langsung terlintas di pikiran saya ini penyakit yang mematikan,” tambahnya.
Namun pandangan itu perlahan berubah setelah ia mendapatkan pemahaman yang benar. Epie menyadari diabetes bukanlah akhir kehidupan, melainkan kondisi yang masih bisa dikendalikan sepenuhnya asalkan mau mengikuti saran dan terapi tenaga kesehatan. Sejak bergabung dengan komunitas pada tahun 2007, ia terus belajar dan kini aktif mendampingi pasien baru.
Ia mengamati banyak pasien datang dengan stres dan putus asa karena mengira penyakit ini tak bisa disembuhkan. Tak sedikit pula yang enggan menggunakan insulin karena masih kuatnya anggapan bahwa hal itu menandakan sakit sudah parah. Padahal Epie sendiri sudah rutin menjalani terapi insulin selama sekitar 15 tahun dan kondisinya terjaga baik. “Angka hasil pemeriksaan laboratorium saya justru lebih baik karena pakai insulin. Penggunaannya disesuaikan tahapan kebutuhan masing-masing, bukan ukuran parah atau tidaknya penyakit,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Dr. dr. K. Heri Nugroho, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menegaskan edukasi adalah pondasi yang paling utama sekaligus paling menantang dalam penanganan penyakit ini. Pengobatan tidak cukup hanya dengan minum obat, melainkan harus disertai perubahan pola makan, olahraga teratur, pemantauan gula darah mandiri, dan pemahaman yang utuh mengenai penyakitnya.
Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed., juga menyampaikan bahwa perjalanan penyandang diabetes tidak berhenti saat vonis diberikan. Umumnya seseorang akan melalui fase penyangkalan, mulai menerima keadaan, hingga akhirnya disiplin berobat seumur hidup. Oleh sebab itu, dukungan menyeluruh dari dokter, keluarga, dan sesama penyandang sangatlah diperlukan agar pasien tetap semangat menjaga kualitas hidupnya.
[ Uswatun ]
Sumber foto : Liputan6.com




