BerandaHUKUMRekonstruksi Kasus Mutilasi Cipayung: Pelaku Cari Korban Lewat Aplikasi, Aksi Dilakukan Sendiri

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Cipayung: Pelaku Cari Korban Lewat Aplikasi, Aksi Dilakukan Sendiri

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

DEPOK _ mamatnews.com – Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi peristiwa pembunuhan disertai mutilasi yang menjerat Saefullah sebagai tersangka dan Kunaefi sebagai korban di kawasan Cipayung, Depok, Selasa (11/8/2026). Proses yang berlangsung di rumah kontrakan tempat kejadian perkara ini mengungkap fakta baru terkait awal mula hingga pelaksanaan kejahatan tersebut.

Kanit 1 Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra menjelaskan rekonstruksi meliputi 30 adegan utama yang terperinci menjadi sekitar 51 sub-adegan, melibatkan langsung tersangka serta sejumlah saksi. Rangkaian peragaan dimulai dari saat pelaku mencari target, bertemu korban, hingga proses pembunuhan dan pemotongan tubuh korban.

“Dari hasil rekonstruksi ditemukan fakta baru bahwa tersangka mencari korban melalui aplikasi Hornet. Awalnya ia berniat mengambil barang milik korban, kemudian mengajak Kunaefi ke rumah kontrakan yang akhirnya menjadi lokasi kejadian,” ujar Dimitri.

Penyidik juga menemukan bukti tersangka telah menyiapkan pisau dapur sebelum bertindak, yang menguatkan dugaan kejahatan ini sudah direncanakan sebelumnya. Setelah korban tewas, pemotongan tubuh dilakukan secara spontan lalu sisa-sisa tubuh dibuang.

Pihak kepolisian menegaskan secara tegas bahwa perbuatan tersebut dilakukan sepenuhnya oleh Saefullah seorang diri. “Kami pastikan tidak ada keterlibatan pihak lain atau temannya. Murni dilakukan oleh satu orang tersangka yang telah kami tetapkan,” tegas Dimitri.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan