JAKARTA _ mamatnews.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta kelompok masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi agar tidak membeli Bahan Bakar Minyak bersubsidi. Langkah ini dilakukan agar subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.
“Yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat. Subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” tegas Bahlil, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, kelompok desil 9–10 merupakan 20 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Sementara itu, kelompok desil 1–5 menjadi prioritas utama penerima bantuan dan akses BBM bersubsidi. Saat ini, pembelian BBM subsidi sudah dibatasi, yakni kendaraan penumpang maksimal 50 liter per hari serta bus dan truk maksimal 200 liter per hari.
Rencana pembatasan pembelian berdasarkan kategori desil ekonomi sendiri masih dalam tahap kajian mendalam. Hal senada juga disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut mendukung agar BBM subsidi tidak dinikmati oleh kelompok masyarakat berkemampuan ekonomi tinggi.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : kompas.com )




