WASHINGTON _ mamatnews.com — Ketegangan di Teluk Persia melonjak tajam kembali. Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sasaran peluncur roket milik Korps Garda Revolusi Iran di wilayah Selat Hormuz pada Minggu (30/8/2026). Ini menjadi aksi militer pertama AS terhadap Iran dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Komando Pusat AS menjelaskan, serangan dilakukan karena terdeteksi pasukan Iran bersiap melepaskan roket berisi ranjau laut ke jalur pelayaran internasional. AS menegaskan tindakan ini bersifat terbatas dan tepat sasaran, semata-mata melenyapkan ancaman demi melindungi pelayaran sipil dan perdagangan dunia, bukan memulai agresi baru. Pekan sebelumnya militer AS pun baru saja selesai membersihkan ranjau yang tersebar di selat strategis tersebut.
Iran tak tinggal diam. Mereka menyatakan serangan itu memakan korban jiwa dan luka di pihaknya, lalu melancarkan serangan balasan berupa rudal balistik yang ditujukan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania. Kerajaan Yordania mengonfirmasi berhasil mencegat delapan rudal yang melintas di wilayah udaranya pada Senin pagi waktu setempat.
Kondisi ini mengakhiri jeda ketegangan yang sempat terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan penundaan serangan lebih lanjut awal Agustus lalu atas permintaan sekutu regional. Kini ancaman eskalasi konflik terbuka kembali membayangi kawasan, mengingat jalur Selat Hormuz menjadi urat nadi pasokan energi dunia.
[ Annisaa ]
( Dok. Foto : Tribunnews.com )




