BerandaInternasionalAS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Iran Balas Serang Pangkalan...

AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Iran Balas Serang Pangkalan AS di Yordania

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

WASHINGTON _ mamatnews.com — Ketegangan di Teluk Persia melonjak tajam kembali. Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sasaran peluncur roket milik Korps Garda Revolusi Iran di wilayah Selat Hormuz pada Minggu (30/8/2026). Ini menjadi aksi militer pertama AS terhadap Iran dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Komando Pusat AS menjelaskan, serangan dilakukan karena terdeteksi pasukan Iran bersiap melepaskan roket berisi ranjau laut ke jalur pelayaran internasional. AS menegaskan tindakan ini bersifat terbatas dan tepat sasaran, semata-mata melenyapkan ancaman demi melindungi pelayaran sipil dan perdagangan dunia, bukan memulai agresi baru. Pekan sebelumnya militer AS pun baru saja selesai membersihkan ranjau yang tersebar di selat strategis tersebut.

Iran tak tinggal diam. Mereka menyatakan serangan itu memakan korban jiwa dan luka di pihaknya, lalu melancarkan serangan balasan berupa rudal balistik yang ditujukan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania. Kerajaan Yordania mengonfirmasi berhasil mencegat delapan rudal yang melintas di wilayah udaranya pada Senin pagi waktu setempat.

Kondisi ini mengakhiri jeda ketegangan yang sempat terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan penundaan serangan lebih lanjut awal Agustus lalu atas permintaan sekutu regional. Kini ancaman eskalasi konflik terbuka kembali membayangi kawasan, mengingat jalur Selat Hormuz menjadi urat nadi pasokan energi dunia.
[ Annisaa ]

( Dok. Foto : Tribunnews.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan