BerandaBerita UtamaPertamina Naikkan Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Mulai 1 September 2026

Pertamina Naikkan Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Mulai 1 September 2026

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ mamatnews.com — PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga pada tiga jenis bahan bakar minyak nonsubsidi yang berlaku mulai Selasa (1/9/2026). Kebijakan ini didasarkan pada rumus penetapan harga yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi terkini.

Berdasarkan keterangan resmi dan data aplikasi MyPertamina, kenaikan harga paling terasa terjadi pada jenis bahan bakar bermutu tinggi. Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, Pertamina Dex meningkat dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, sedangkan Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Semua angka tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar lima persen, seperti kawasan DKI Jakarta.

Sementara itu, Pertamina memastikan sejumlah jenis bahan bakar tetap dipertahankan harganya agar tidak membebani daya beli masyarakat. Pertamax tetap di angka Rp15.950 per liter dan Pertamax Green 95 tetap Rp16.600 per liter. Demikian pula harga BBM bersubsidi Pertalite Rp10.000 per liter serta Biosolar Rp6.800 per liter tidak mengalami perubahan sama sekali.

VP Komunikasi Korporat Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan, penyesuaian ini mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta komponen biaya lain yang berlaku. Pemilihan hanya tiga jenis produk yang disesuaikan pun dilakukan dengan cermat dengan tetap memperhatikan kemampuan beli dan kondisi sosial masyarakat pengguna bahan bakar tersebut.
[ Annisa ]

( Dok. Foto : iNews.id )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan