BATAM __ mamatnews.com — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Kota Batam membuat Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai 7 Oktober 2026. Konsekuensinya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah tersebut ikut dihentikan sementara.
Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan, menjelaskan keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan anak-anak. “Indeks kualitas udara saat ini sudah mencapai angka 168. Kita tidak ingin membahayakan kesehatan mereka, terutama sistem pernapasan,” ujarnya di Batam, Rabu. Pembelajaran tatap muka dan penyaluran MBG akan kembali berjalan apabila indeks kualitas udara turun di bawah angka 100 dan kondisi membaik.
Sementara itu, Kepala KPPG Pekanbaru Syartiwidya menegaskan prinsip “no service, no pay” berlaku selama SPPG tidak beroperasi. Artinya, insentif dan biaya bahan baku tidak akan dibayarkan saat layanan terhenti. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk sasaran program 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita) apabila jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang. Semoga kondisi udara segera membaik dan hujan turun, sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dan program MBG berjalan normal kembali.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : ANTARA ]




