BerandaBerita UtamaKabut Asap Picu BDR, Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Batam Dihentikan Sementara

Kabut Asap Picu BDR, Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Batam Dihentikan Sementara

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BATAM __ mamatnews.com — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Kota Batam membuat Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai 7 Oktober 2026. Konsekuensinya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah tersebut ikut dihentikan sementara.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan, menjelaskan keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan anak-anak. “Indeks kualitas udara saat ini sudah mencapai angka 168. Kita tidak ingin membahayakan kesehatan mereka, terutama sistem pernapasan,” ujarnya di Batam, Rabu. Pembelajaran tatap muka dan penyaluran MBG akan kembali berjalan apabila indeks kualitas udara turun di bawah angka 100 dan kondisi membaik.

Sementara itu, Kepala KPPG Pekanbaru Syartiwidya menegaskan prinsip “no service, no pay” berlaku selama SPPG tidak beroperasi. Artinya, insentif dan biaya bahan baku tidak akan dibayarkan saat layanan terhenti. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk sasaran program 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita) apabila jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang. Semoga kondisi udara segera membaik dan hujan turun, sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dan program MBG berjalan normal kembali.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : ANTARA ]

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan