BerandaBerita UtamaBGN Uji Coba Sistem Prasmanan di Sekolah: Makanan Lebih Hangat, Lebih Segar,...

BGN Uji Coba Sistem Prasmanan di Sekolah: Makanan Lebih Hangat, Lebih Segar, dan Mengurangi Pemborosan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA __ mamatnews.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba model penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di kelas, meniru pola penyediaan makan di sekolah di Jepang. Percobaan ini telah digelar di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 5 Oktober 2026.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan tujuan utama model ini adalah mempersingkat jeda waktu antara makanan dimasak hingga disantap siswa. “Makanan dibawa hangat-hangat ke kelas lalu disajikan langsung. Harapannya rasa lebih enak, lebih segar, dan risiko kerusakan makanan bisa ditekan,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Salah satu lokasi percontohan adalah SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di sana, siswa kini dapat mengambil porsi makan sendiri sesuai kebutuhan, berbeda dengan sistem pembagian porsi tetap sebelumnya.

Artika Diannita, Koordinator Wilayah SPPG Blora, menyambut baik perubahan tersebut. “Anak-anak lebih antusias dan senang karena bisa menyesuaikan porsi dengan keinginan. Pemborosan sisa makanan pun berkurang,” katanya.

Hasil pemantauan di berbagai daerah akan dievaluasi menyeluruh. Pengembangan sistem ini secara lebih luas akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing dapur, sekolah, sumber daya manusia, serta karakteristik penerima manfaat di setiap wilayah.
[ Uswatun ]

( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan