BerandaHUKUMHasil Ekshumasi: Tak Ada Luka Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Tunggu Hasil Lab

Hasil Ekshumasi: Tak Ada Luka Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Tunggu Hasil Lab

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BANYUMAS _ mamatnews.com – Proses ekshumasi dan pemeriksaan awal jenazah Sutrimo yang berlangsung Rabu (12/8/2026) selama tiga setengah jam belum menemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Tim forensik menyatakan secara visual tidak ditemukan luka akibat benda tumpul maupun tajam, namun penyebab pasti kematian masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar dua hingga tiga minggu mendatang.

Ketua Tim Forensik Prof. Yudi menjelaskan jenazah sudah mengalami pembusukan lantaran dikubur sejak 23 Juli lalu. Puluhan sampel dari seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga kaki diambil untuk diperiksa secara mendalam. “Kami lakukan pemeriksaan toksikologi, histopatologi, dan analisis DNA untuk mengungkap sebab kematian secara ilmiah,” ujarnya.

Keluarga sebelumnya melaporkan adanya kejanggalan, salah satunya keluarnya buih dari mulut dan hidung saat Sutrimo ditemukan. Meski saat penggalian tanda tersebut sudah tidak terlihat, tim tetap mengambil sampel swab untuk dicari jejaknya di laboratorium.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menegaskan ekshumasi dilakukan karena adanya dugaan peristiwa pidana dari laporan keluarga dan masyarakat. Selain soal kondisi tubuh, kejanggalan juga mencakup rangkaian penanganan saat ditemukan hingga barang milik yang belum diserahkan. Penyidikan terus berjalan, delapan saksi telah diperiksa, dan tim forensik dari berbagai institusi dilibatkan agar hasilnya objektif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan hasil penggalian ini belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. Seluruh temuan nantinya akan digabungkan dengan hasil laboratorium untuk menentukan fakta sesungguhnya secara utuh.
[ Uswatun ]
( Dok. Foto : Liputan6.com )

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

Tinggalkan Balasan